Rabu, 27 November 2013

Cara menghafal Al-Qur'an

Metodologi Menghafal Al-quran 

Pesantren yang menerapkan menghafal Al-Qur'an milik ust.Yusuf Mansur

(Pondok Pesantren Penghafal Al-Qur'an) PPPA Tahfidz Daarul Qur'an


Alquran adalah kitab suci yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad Saw. Melalui malaikat jibril yang digunakan sebagai pedoman hidup bagi umat islam. Membaca kita suci yang turun secara berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari di dua kota Makkah dan Madinah tersebut akan mendapatkan sebanding 10 pahala atau kebaikan di tiap-tiap hurufnya.
Allah menjamin keotentikan Alquran dari masa Rasulullah hingga akhir zaman nanti. Jaminan itu dapat dilihat dari banyaknya orang-orang yang  dikaruniai untuk bisa menghafal Alquran. Lebih jauh lagi, karena keotentikan itulah Alquran menjadi kitab yang mudah dihafal.
Banyak sekali keutamaan-keutamaan bagi orang yang menghafal Alquran. Diantaranya mendapatkan syafaat (pertolongan) pada hari kiamat, memiliki kemuliaan di hari akhir nanti, mendapatkan penghargaan istimewa dari nabi Muhammad, serta kutamaan-keutamaan lain yang tak ternilai harganya. Dari sekian banyaknya keistimewaan yang diberikan Allah kepada para penghafal Alquran, semoga kita tergugah untuk ikut menjadi hamba yang mendapatkan jaminan tersebut.
Berikut ini adalah cara menghafal al-quran menurut Ustadz Yusuf Mansur, da’i kondang yang dikenal spesialis sedekah. Setiap orang memiliki metode sendiri berdasarkan apa yang mudah bagi dirinya. Metode yang dipakai pengasuh pondok pesantren penghafal alquran Darul Quran ini mungkin sesuai bagi Anda.

  1. Mushafnya (kitab) jangan diganti-ganti
Maksudnya di sini buku cetakan Alquran harus sama persis. Karena ada banyak cetakan yang memiliki struktur yang tidak sama, sebagaimana ada Alquran pojok yang setiap sudut lembarannya berhenti pada suatu ayat, namun ada juga yang bukan pojok. Penggunaan mushaf yang  sama akan memudahkan kita untuk mengingat. Pada dasarnya, kita menghafal berarti kita memunculkan gambaran apa yang kita ingat dalam pikiran kita.
Jika perlu belilah beberapa buah kitab Alquran yang sama. Hal ini bertujuan sebagai cadangan atau diletakkan di berbagai tempat di mana kita sering berada di situ. Jadi letakkan masing-masing di kamar tidur, di ruang keluarga, di mobil, di kantor atau bahkan di rumah orang tua dan teman jika kita memang sering berkunjung di sana.
2.) One Day One Ayat (ODOA)
Jika tidak mampu menghafal satu hari lebih dari satu ayat, minimal satu hari satu ayat Jika ayatnya panjang. 
3.) Satu ayat atau satu baris diulang sebanyak 20 kali
Bacalah satu ayat atau satu baris. Ingat, hanya dibaca! tidak perlu dihafal. Dengan pengulangan sebanyak 20 kali insya Allah cukup untuk melekat di dalam otak. Bila dirasa masih kurang, Anda bisa menambahnya menjadi 25, 30, atau terserah yang Anda inginkan.
Atau bisa juga Anda merekam suara Anda dengan handphone dan alat bantu lainnya untuk Anda dengarkan berkali-kali. Ini juga akan sangat membantu Anda.
4.)Bagi ayat menjadi beberapa bagian
Untuk mempermudah hafalan, Anda bisa juga membagi satu ayat menjadi beberapa bagian. Kemudian ambil bagian atau potongan tersebut untuk dibaca berulang-ulang.
5.)Terapkan dalam sholat sunnah
Baca ayat atau potongan ayat yang telah Anda hafalkan dalam sholat-sholat sunnah.
Misalnya,
2 rakaat sebelum sholat shubuh
2 rakaat sholat dhuha
4 rakaat sebelum dan sesudah sholat dhuhur
2 rakaat sebelum sholat ashar
4 rakaat sebelum dan sesudah sholat maghrib
4 rakaat sebelum dan sesudah sholat isya’
2 rakaat sholat tahajjud
Jika pada tiap-tiap rakaat kita membaca hafalan kita, maka setidaknya dalam sehari kita membaca 20 kali.
6.)Rekam hafalan dengan handphone dan alat bantu lainnya
Barangkali kita capek untuk membaca ayat yang kita hafalkan. Kita bisa merekam suara kita satu kali terus mendengarkannya berkali-kali.
7.)Manfaatkan teknologi
Sekarang sudah ada software yang bisa membantu kita menghafal Alquran dengan kita mendengarkan kemudian menirukannya, atau manfaatkan juga aplikasi yang serupa yang sudah terdapat dalam gadget yang kita miliki.
Saya memang bukan penghafal Alquran, tapi setidaknya ada ‘azam (tekad) dan niat yang terus dipelihara untuk menghafalkan Alquran serta doa yang istiqamah sedikit demi sedikit dan tumbuh bersamanya. Insya Allah.
Tambahan
·         Dari Abi Umamah ra. ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Bacalah olehmu Al Qur’an, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafa’at pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya).”" (HR. Muslim)
·         Inna nahnu nazzalna al-dzikra wa inna lahu lahafizhun” (sesungguhnya kami yang menurunkan Al-Quran dan kamilah pemelihara-pemelihara-Nya) (QS 15:9).
·         Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah Sawbersabda:  “Penghafal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu diapakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku ridhailah dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan”  (HR. Tirmidzi, hadits hasan {2916}, Inu Khuzaimah, Al Hakim, ia menilainya hadits shahih)
·         Seorang hafizh Al Qur’an adalah orang yang mendapatkan Tasyrif nabawi (Penghargaan khusus dari Nabi Saw). Di antara penghargaan yang pernah diberikan Nabi SAW kepada para sahabat penghafal Al Qur’an adalah perhatian yang khusus kepada para syuhada Uhud yang hafizh Alquran.
       Lebih Lengkapnya, silahkan lihat video ust.Yusuf Mansur
 http://www.youtube.com/watch?v=6a7OnZKxIlk&feature=player_embedded

Jumat, 22 November 2013

Wirid Lengkap Setelah Sholat Fardhu

Kita Baca Wirid Dulu yuk Sehabis Sholat Fardhu ! ! !

Wirid adalah bacaan yang terdiri atas dzikir, doa, dan amalan-amalan lainnya yang dikutip dari ayat-ayat Al Qur' an dan Hadis, yang dibiasakan membacanya (mengamalkannya). Wirid biasanya dibaca pada setiap selesai shalat, baik shalat wajib ataupun sholat sunah. Adapun rumusan (susunan) wirid, yang diamalkan umat Islam, sangat beragam. Hal ini ddak menjadi masalah. karenapada dasarnya sebagian besar isi bacaan wirid tersebut adalah sama.
Patokan wirid adalah sebagai berikut:
a. Membaca Istighiar 3 kali:
ASTAGHFIRULLAAHAL 'AZHIIM ALLADZIILAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAYYUUM W A ATUUBU ILAIH (3 kali).
Artinya;"Aku memohon ampun kepada Allah, Yang Maha Agung, yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Yang Hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya), dan aku bertaubat kepada-Nya."
b. Membaca:
LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHUU LAA SYARDKA LAH, LAHUL MULKU WA LAHUL HAMDU YUHYH WA YUMIITU WA HUWA' ALAA KULLI SYAI'IN QADHR. (10 X).
Artinya:" Tidak ada Tuhan kecuali Allah sendiri, tak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya-lah kerajaan, dan bagi-Nya-lah segala pujian. Ia menghidupkan dan mematikan, dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
c. Membaca:
ALLAAHUMMA AJIRNII MINANNAAR (3 kali).
Artinya:"Wahai Allah! Lindungilah aku dari api neraka"
d. Membaca:
ALLAAHUMMA ANTAS SALAAM, WA MIN KAS SALAAM, WA ILAIKA YA 'UUDUS SALAAM, FAHAYYINAA RABBANAA BIS SALAAM, WA ADKHILNAL JANNATA DAARAS SALAAM, TABAARAKTA RABBANAA WA TA'AALAITA YAA DZAL IALAALIWALIKRAAM.
Artinya:"Wahai Allah! Engkaulah (pemilik) kedamaian, dari Engkaulah kedamaian, dan kepada Engkaulah kembalinya kedamaian. Oleh karena itu hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan penuh kedamaian. Masukkanlah kami ke dalam surga, tempat kedamaian. Engkau, ya Tuhan kami, Maha Suci dan Maha Tinggi, wahai Zat Yang Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan!"

e. Membaca:
ALLAAHUMMA LAA M A ANI' A LIMA A A'THAITA, WALAA MU'THIYA LIMA A MANA'TA. WALAA RAADDA LI MAA OADHAITA WALAA YANFA'U DZALJADDI MINKAL JADDU.
Artinya:"Wahai Allah! Tak ada yang dapat mencegah terhadap apa yang telah Kau berikan. Tak ada yang dapat memberikan terhadap apa yang telah Kau cegah. Tak ada yang dapat menolak terhadap apa yang telah Kau tetapkan. Dan kemuliaan seseorang tak berguna baginya, hanya dari Engkaulah kemuliaan itu."
f. Membaca isti'adzah dan surat Al-Fatihah
g. Membaca surat Al-Ikhlash
h. Membaca surat Al-Falaq
i. Membaca surat An-Naas
j. Membaca:
WA ILAAHUKUM ILAAHUW WAAHIDUL LAA ILAAHA ILLAA HUWAR RAHMAANURRAHIIM.
Artinya:"Dan Tuhanmu adalah Tuhan Yang Esa, tak ada Tuhan kecuai Dia, Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."
k. Membaca ayat kursi :
ALLAAHU LAA ILAAHA ILLAA HUWAL HAYYUL QAY-YUUM. LAA T A' KHUBZUHUU SINATUW WALAA NAUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATIWAMAA FIL ARDH. MAN DZAL LADZII YASYFA'U 'INDAHUU ILLAA BI IDZNIH. YA'LAMU MAA BAINA AYDIIHIM WAMAA KHALFA HUM. WALAA YUHIITHUUNA BISYAI'IN MIN 'ILMIHII ILLAA BIMAA S YA A' WASI'A KURSIYYUHUS SAMAA-WAATI WAL ARDHA WALAA YA'UUDUHUU HIFZHU-HUMAA WA HUWAL 'ALIYYUL 'AZHIIM.
Artinya:"Allah, tiada Tuhan kecuali Dia, Yang Hidup kekal dan terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Ia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya-lah apa yang ada di langit dan di bumi. Tak ada yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisi Allah tanpa izin-Nya. Ia mengetahui apa saja yang ada di depan dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah selain yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar".

Dilanjutkan dengan:
AAMANAR RASUULU BIMAA 'UNZILA 'ILAIHI MIR RABBIHIWAL MU'MINUUNA KULLUN AAMANA BILLAA-HI WA M ALA A' IKATIHII WA KUTUBIHII WA RUSULIHII LAA NUFARRIQU BAINA AHADIM MIR RUSULIHII WA QAALUU SAMI'NAA WA 'ATHA'NAA GHUFRAANAKA RABBANAA WA 'ILAIKAL MASHIIRU.
Artinya:"Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan) : "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorang pun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan : "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa) : "Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan hanya kepada Engkau-lah tempat kembali."
Dilanjutkan dengan:
LAA YUKALLIFULLAAHU NAFSAN ILLAA WUS'AHAA. LAHAA MAA KASABAT WA 'ALAIHAA MAKTASABAT. RABBANAA LAA TU' A AKHIDZN A A IN NASIINAA AU 'AKHTHA'NAA. RABBANAA WA LAA TAHMIL 'ALAINAA 'ISHRAN KAMAA HAMALTAHUU 'ALAL LADZIINA MIN QABLINAA. RABBANAA WA LAA TU H A M MIL N A A MAA LAA THAAQATA LANAA BIHII WA'FU 'ANNAA WAGHFIR LANAA WARHAMNAA ANTA MAULAANAA FANSHUR-NAA 'ALAL QAUMIL KAAFIRIINA.
Artinya:"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang dilakukannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa) : "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang kami tak sanggup memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami, Engkau Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir."

Dilanjutkan dengan:
S YAHIDALLAAHU ANNAHUU LAAILAAHAILLAA HUWA WAL MALAA'IKATU WA ULUL 'ILMI QAA'IMAM BIL QISTHI LAA ILAAHA ILLAA HUWAL 'AZIIZUL HAKIIM. INNAD DIINA INDALLAAHIL ISLAAM.
Artinya:"Allah menyatakan bahwa tak ada Tuhan kecuali Dia. Yang menegakkan keadilan. Para malaikat dan orang-orang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). Tak ada Tuhan kecuali Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam."
Dilanjutkan dengan:
QULILLAAHUMMA MAALIKAL MULKI, TU'TIL MULKA MAN TASYAA'U WATANZI'UL MULKA MIM MAN TASYAA'U. WATU'IZZU MAN TASYAA'U WATUDZILLU MAN TASYAA'U. BIYADIKAL KHAIRU, INNAKA 'AL A A KULLI SYAI'IN QADIIR.
Artinya:"Katakanlah: Wahai Tuhan Yang Mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkaumuliakan orang yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Dilanjutkan dengan:
TUULIJUL LAILA FINNAHAARIWA TUULIJUN NAHAARA FILLAILL W ATU KHRIJUL HA YY A MINALMAYYITI, WA TUKHRIJUL MAYYITA MIN AL HAYYI. WA TARZUQU MAN TASYAA'U BIGHAIRIHISAAB,
Artinya:"Engkau masukkan malam ke dalam siang, dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rezeki siapa saja yang Engkau Kehendaki tanpa hisab."
l. Membaca :
SUBHAANALLAAH33X
(Maha Suci Allah)
ALHAMDU LILLAAH33X
(Segala puji bagi Allah)
ALLAAHU AKBAR 33X
(Allah Maha Besar)
ALLAAHU AKBARU KABIRAW WALHAMDU LILLAAHI KATSIRAW WA SUBHAANALLAAHI BUKRATAW WA ASHIILAA LAA ILAAHA ILLALLAAHU WAHDAHU LAA SYARIIKA LAH ILAAHA W WAAHIDAW WARABBAN SYAAHIDAW WANAHNU LAHU MUSLiMUUN.
Artinya:"Allah Maha Besar, Maha Sempurna Kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Tak ada Tuhan kecuali Allah sendiri, tak ada sekutu bagi-Nya, Tuhan Yang Esa, dan Tuhan Yang Maha Menyaksikan, dan kepada-Nya kami berserah diri."
m. Membaca:
ASTAGHFIRULLAAHAL 'AZHIIM 3X
AFDHALUDZ DZIKRI FA'L AM ANNAHUU
LAA ILAAHA ILLALLAAH 3X

Khayyum Maujud...!!! Khayyum Makbudd...!!!  Khayyum Baqk...!!!
LAA ILAAHA ILLALLAAH 100X
'LAA ILAAHA ILLALLAAH' (Tak ada Tuhan kecuali Allah)."
n. Membaca:
LAA ILAAHA ILLALLAAHU MUHAMMADUR RASUU-LULLAAH, SHALLALLAAHU 'ALAIHI WASALLAMA.
Artinya:"Tak ada Tuhan kecuali Allah, Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Semoga Allah memberi rahmat dan kesejahteraan kepadanya".
 
Semoga kita semakin mendekatkan diri kepada Allah Swt
Semoga bermanfaat dan selalu dibaca sehabis Sholat Fadhu. 
#Wallahu'alam Misowab